LENSAPLAY

Javier Zanetti, one-on-one

Javier Zanetti, one-on-one
 
Lensagol - Javier Zanetti, one-on-one: "Free-kick Lawan Inggris? Kami Melatihnya Selama 4 Tahun!"

Bagaimana Mourinho merubah Inter? Apa ia masih gusar soal Calciopoli? Kenapa ia tak pernah merubah gaya rambutnya? Martin Mazur memberikan pertanyaan kalian untuk ikon Inter, Javier Zanetti

oleh Martin Mazur

Dengan karir profesional yang merentang selama 2 dekade, Javier Zanetti sudah menyaksikan semuanya. Bahkan semenjak menggantung sepatunya di tahun 2014, ia masih saja sibuk: mendirikan yayasan amal yang membantu lebih dari 1000 anak-anak di Argentina, menjadi wakil presiden Inter dan juga membuka restoran steak di Milan.

El Gaucho sering didatangi tamu-tamu istimewa: boss Inter yang dulu Stefano Pioli, asistennya Walter Samuel dan seluruh staff pelatih I Nerazzurri datang untuk makan malam - dan host mereka pastinya ingin semuanya sempurna.

"Ini adalah pertama kalinya aku memasak steak dengan jas," katanya sembari disorot oleh kamera FFT. Namun sebelum makan, waktunya untuk menjawab pertanyaan...

Hai, Javier. Restoranmu menjual sesuatu yang mirip pastel Cornish. Kau sudah pernah ke Cornwall, atau Inggris selain untuk urusan sepak bola?
Harry Batt, via Facebook
[Kaget] Pastel Cornish? Maksudmu empanadas! Jangan bilang empanadas berasal dari sana. Bukan! [Tertawa] Ini pertama kali aku mendengarnya. Aku belum pernah ke Cornwall tapi sekarang aku penasaran. Empanadas adalah makanan khas Argentina! Sedangkan Inggris, aku sudah kesana beberapa kali bersama keluargaku: London, pastinya, tapi juga Birmingham, Newcastle, Manchester, Liverpool.

Aku suka berjalan-jalan dengan istriku. Paula adalah penggemar berat The Beatles, jadi waktu kami berkunjung ke Liverpool, dia senang sekali. Kami pergi ke museum dan ingin pergi ke Cavern Club, tapi karena ada Cavern Club dan Cavern Pub di jalan yang sama, kami mendatangi kedua tempat itu - hanya untuk memastikan kami tidak salah!

Siapa yang memberimu julukan "El Tractore?" Bagaimana kisahnya?
Cristian Benta, via Facebook
Awalnya di Argentina dan berhubungan dengan gaya permainanku: menjelajahi lapangan tanpa berhenti. Waktu tiba di Milan, para wartawan Italia menanyakan para wartawan di Argentina mengenai aku. Mereka mendengar julukan itu dan mengadaptasinya menjadi El Tractore. Julukan itu terus melekat padaku sampai aku menjadi kapten, lalu aku dijuluki Il Capitano. Tak ada yang memanggilku dengan julukan traktor lagi!

Dulu kau bekerja sebagai tukang tembok dengan ayahmu? Pelajaran apa yang kau ambil dari situ? Apa kau masih bisa membuat tembok sekarang?
Andre Adams, London
Masa-masa itu adalah masa-masa terbaik dalam hidupku; pekerjaan itu adalah salah satu yang paling kunikmati. Bukan hanya aku membantu ayahku dan bisa terus bersamanya, tapi melihat pengorbanan yang ayahku lakukan untuk menghidupi keluarga, itu adalah pengalaman yang merubah hidupku. Pengalaman itu terus ada dalam pikiranku sepanjang hidupku dan juga membimbingku dalam karirku. Dan, tentunya, aku masuh bisa membuat tembok - aku belum lupa! Kalau aku harus membuat tembok, aku bisa. Hari dimana ayah mendorongku untuk menjadi pemain sepak bola adalah saat kami mengerjakan tembok saat aku berumur 12 tahun. Sebelum menjadi pemain profesional aku mengantarkan susu, mengatur alarmku untuk bunyi jam 4 setiap pagi, sebelum pergi sekolah jam 8 lalu mengikuti sesi latihan di siang hari.

Aku pernah mendengar cerita saat kau pertama kali datang ke Inter, kau membawa sepatumu di dalam kantong plastik, lalu para fans yang menunggu di tempat latihan tidak tahu kau siapa. Benarkah itu?
Ally Grier, via Facebook
Presentasi resminya dilakukan di hotel Terrazzo Martini. Aku tiba bersama Sebastian Rambert - seorang striker yang bergabung dari Independiente - dan kami berdua disambut oleh sang presiden, kapten Giuseppe Bergomi dan beberapa anggota direksi. Itu pertama kalinya aku ke Milan dan sedang hujan lebat. Setelah itu, tim berangkat latihan pre-season di Cavalese, di pegunungan, dan aku kesana membawa sepatuku di dalam kantong plastik. Tak ada yang tahu aku siapa - itu era yang lain, aku masih tak dikenal. Aku berjalan melewati para fans yang menunggu para idola mereka dan beberapa saat berikutnya, saat aku muncul di teras untuk menyambut mereka, mereka baru sadar akulah pemain barunya. Di musim pertamaku di Inter, aku tinggal sendiri, dan saat itu HP masih baru dan sangat mahal. Ada telepon koin 2 blok dari rumahku di Como, jadi aku membeli kartu telepon pra-bayar dan menghabiskan waktu berjam-jam berbicara bersama Paula. Orang-orang yang mengantri saat kami mengobrol akan mengumpat, khususnya di musim dingin. Aku juga kedinginan, tapi kami terus mengobrol.

Ada montage sticker 20 tahun bersama Inter dari Panini yang terkenal (di bawah) yang menggarisbawahi kau terlihat hampir sama selama 20 tahun itu. Apa rahasiamu? Dan benarkah gaya rambutmu selalu sama dengan yang dibuat ibumu?
James Grieve, via Facebook
Ya, aku sudah melihatnya, dan semuanya sama! Tapi tak ada rahasia - kau harus menemukan gairah dalam apapun itu yang kau kerjakan. Soal gaya rambut, kuakui ibuku dulu suka memotongnya dengan gaya moptop sampai aku berumur 12 tahun. Lalu aku ke tempat potong rambut dan merubahnya dengan belah samping - lalu kuteruskan sampai sekarang.

Kenapa kau marah sekali saat Roy Hodgson menggantimu sebelum adu penalti di final UEFA Cup, dan seperti apa Roy sebagai pelatih?
Stu Greenhalgh, Merseyside
Saat itu aku tak bisa menerima pergantian pemain yang dilakukannya. Aku bermain bagus dan aku tak merasa pemain yang menggantikanku [Nicola Berti] akan mengambil penalti. Setelah itu aku mengerti, tapi reaksiku hanya karena momen itu. Malamnya kami berpelukan, dan aku masih punya hubungan yang bagus dengan Hodgson. Dia seorang manager yang bagus, selalu siap dan mampu mengurus hal-hal kecil namun penting.

Apa yang membuatmu tetap setia pada Inter dari tahun 1999-2004 saat kau berada di masa keemasan dan mereka tak memenangkan apa-apa? Pastinya kau mendapat tawaran dari berbagai klub?
Timmay Baker, via Facebook
Aku yakin masa Inter akan tiba. Aku membicarakannya dengan Presiden Moratti dan keluargaku. Sebagai kapten, aku ingin meninggalkan jejak yang berarti pada klub ini. Ya, banyak masa-masa sulit, tapi manajemen percaya dengan tim yang sedang dibangun dan kami bekerja bersama-sama untuk mencapai tujuan yang kami inginkan sejak lama. Saat kau bergabung dengan Inter, klub membuatmu berpikir bahwa kau adalah bagian dari keluarga, seperti anak yang baru lahir.

Apa kau mendapat kesempatan untuk pindah ke Inggris selama karirmu?
Matthew Newton, via Twitter
Ya, ada beberapa gosip soal Manchester United ingin membeliku di akhir tahun 90-an. Sekali aku melihat Alex Ferguson di bandara saat aku berada di Inggris bersama istriku. Kami berbincang sedikit mengenai sepak bola, tapi aku selalu memiliki pikiran bahwa aku akan terus bersama Inter, bahkan dalam masa kesusahan, akan sangat sulit bagiku untuk pergi dalam situasi apapun. Bukan hanya Manchester United, aku juga mendapat tawaran dari beberapa klub besar yang lain, tapi cintaku pada Inter selalu lebih besar.

Bagaimana frustasinya dirimu dengan scandal Calciopoli dan kenyataan bahwa klub-klub lain mencoba untuk mengambil keuntungan yang tidak sportif? Apa kau pernah curiga, dan apakah ada yang pernah mendekatimu saat bermain di Serie A?
Jon Kingson, via Facebook
Kami hanya mendedikasikan diri kami untuk bermain sepak bola dan, apapun kecurigaan itu, kami akan selalu frustasi kalau kami tidak mencapai tujuan yang kami incar. Lalu kebenarannya terungkap dan itu babak yang sulit dalam sepak bola Italia. Seluruh dunia melihat, dan aku hanya berharap hal seperti itu takkan terjadi lagi. Sangat penting untuk mengingat apa yang terjadi, tapi menurutku sebaiknya tinggalkan saja semua episode negatif itu di masa lalu, dan lebih baik fokus pada gelar-gelar liga yang kami menangkan dan bagaimana kami memenangkannya.

Apa rasanya berada di lapangan saat perkelahian melawan Valencia di Champions League 2007? Apa yang menyebabkannya? Apa kau pernah melihat sesuatu yang lebih parah dari itu?
Chris Fleming, via Twitter
Pertandingan di Mestalla itu menegangkan. Valencia lolos karena gol tandang, dan setelah peluit panjang, jelas ada provokasi di lapangan - maka itu kami bereaksi. Setelah itu, semuanya melihat apa yang terjadi: salah satu pemain pengganti Valencia [David Navarro] memukul Nicolas Burdisso, sampai hidungnya patah. Di lapangan, itu hal terburuk yang pernah kualami, tidak disangka dan tidak seharusnya terjadi, tapi sekarang semuanya hanya anekdot.

Apa cerita terbaik yang bisa kau ceritakan pada kami soal Zlatan bermain di Inter?
Julia Woodford, via Facebook
Oh, orang yang luar biasa - karakter yang hebat dan pemain yang bisa membuat perbedaan. 3 tahunnya bersama kami benar-benar luar biasa dan penuh piala, tapi yang takkan pernah kulupakan terjadi di latihan. Bola ada di udara, dan dia mengangkat kakinya di atas kepala rekan setim dan menghentikan bola itu dengan sentuhan yang sangat halus yang pernah kau lihat. Ia mempelajari takewondo atau apalah itu, jadi gerakannya bisa membuatmu terkejut. Kalau kau lihat tinggi badannya, kau akan berpikir tekniknya biasa saja, tapi dia seorang pemainyang berbeda dan sangat istimewa. Kami sangat beruntung pernah memilikinya.

Inter bertahan dengan 10 orang di Camp Nou untuk mencapai final Champions League di tahun 2010. Apakah itu permainan bertahan terbaik yang pernah kau mainkan? Apa kau merasakan apa artinya kemenangan itu untuk Jose Mourinho?
Salvo Mazzei, via Twitter
Pertama-tama, jangan lupakan permainan menyerang kami di leg pertama, dimana kami mengalahkan permainan Barcelona di San Siro. Walau kami tertinggal lebih dulu, kami sangat percaya diri akan kemampuan kami dan akhirnya kami mengalahkan mereka 3-1. Di leg kedua, kami mempertontonkan permainan bertahan yang luar biasa, tapi bukan karena kami merencanakannya. Hanya saja kami terpaksa bereaksi setelah Thiago Motta diusir wasit di 30 menit pertama. Kami menunjukkan kepribadian, kekuatan, komitmen dan perpaduan untuk memperebutkan tempat kami di final, melawan klub yang dianggap terbaik di dunia, dan bagi beberapa orang terbaik dalam sejarah. Sebagai pemain, terkadang kau merasa ada sesuatu yang baik yang akan terjadi; hingga kau mampu melakukan hal yang mustahil. Aku bisa melihat komitmen Samuel Eto'o - ia benar-benar bermain di sampingku sebagai bek kanan sepanjang pertandingan, walaupun ia seorang striker, karena tim sangat membutuhkan cakupan ekstra. Ia bersedia berkorban demi tim dan membantu kami melawan Messi dan Xavi dan semua pemain yang lain. Itu menunjukkan hasrat kami untuk mendapatkan tempat di final.

Mourinho adalah figur yang kontroversial di Italia, seringkali cekcok dengan pers. Bagaimana yang dirasakan pemain soal itu? Apa dia menciptakan lingkungan yang tidak ramah itu untuk membantu kalian menang?
Felipe Toledo, via Facebook
Bagi kami, Mourinho akan selalu menjadi manager yang luar biasa. Ia adalah seorang pria dengan karakter yang kuat yang mempersiapkan pertandingan sampai hal-hal terkecil. Dia memastikan semua pemain yang turun ke lapangan tahu apa yang harus dilakukannya, dan bagaimana mereka akan bereaksi bagaimanapun jadinya pertandingan itu. Itu aset terbesarnya. Saat Jose menangani kami, tim kami selalu siap.

Final Champions League 2010 adalah pertandinganmu yang ke-700 bersama Inter dan kalian memperoleh gelar Treble. Apakah itu momen terbaik dalam karirmu?
Harsh Joshi, via Facebook
Ya, tidak diragukan lagi. Aku tak bisa meminta lebih. Tapi ijinkan aku mengkoreksi: secara umum orang ingat kami memperoleh Treble, tapi kami memenangkan 5 piala di tahun itu, bersama Super Cup Italia, dan Club World Cup, selain Serie A, Champions League dan Coppa Italia. Itu sebabnya aku menyebutnya momen keseluruhan terbaik - dan tim telah mencapai puncak permainan.

Apa rasanya memenangkan Champions League setelah 15 tahun bersama Inter?
Antonio Favata, via Twitter
Mengembalikan Inter ke pentas dunia adalah mimpi yang menjadi kenyataan - untuk meninggalkan nama kami sebagai pemenang Champions League - tapi yang terpenting adalah karena aku tahu betapa para fans menginginkan hal itu terjadi. Terlibat dalam hal itu rasanya luar biasa. Saat kami masih di Bernabeu melakukan wawancara akhir pertandingan, kami bisa melihat rekaman para fans yang berkumpul di Piazza del Duomo dan kami ingin ada disana juga. Pesawat kami mendarat jam 6 pagi dan kami mendapati San Siro penuh fans yang menunggu kami untuk melihat pialanya. Itu adalah kenangan terbaikku.

Bagaimana mood di dalam kamar ganti setelah Final Champions League 2010 setelah tahu Mourinho akan pergi? Apakah kepergiannya menjadi faktor utama atas penurunan performa di musim selanjutnya?
Daniel Shaw, via Twitter
Di dalam kamar ganti, semuanya tentang perayaan. Pencapaian itu kami incar selama beberapa dekade, dan untuk kami semua rasanya lega sekali dan juga kebahagiaan pribadi untuk memenuhinya. Lalu kami memikirkan keputusannya, tapi kau tak bisa memikirkan masa depan dengan baik setelah memenangkan Champions League.

Apa kau berlatih di antara upacara pernikahan dan resepsi? Bagaimana pendapat istrimu?
Cassandra Diaz, via Twitter
Aku bisa bilang apa, dia mengenalku! [Tertawa] Di Serie A kami selalu ada liburan Natal, tapi hanya seminggu, jadi aku selalu melakukan latihan rutin. Aku menikah tanggal 23 Desember, jadi di hari itu aku harus berlatih. Aku melakukan semua persiapan pernikahan seperti biasanya - setelah itu, aku pergi berlari.

Kau menyelesaikan rutinitas tendangan bebas yang terkenal untuk mencetak gol melawan Inggris di France 98 - berapa kali kau melatihnya?
Tim Flint, Leicester
Ha! Kalau hanya menjawab, kami melatihnya selama 4 tahun, selama Daniel Passarella melatih kami. Yang orang tak tahu adalah seharusnya Ariel Ortega yang menembak, bukan aku. Tapi karena tidak berhasil, Passarella mendatangiku saat di Piala Dunia dan berkata, "Kau berdiri di dekat tembok betis mereka."
Aku beruntung, sekali coba, dan masuk dan kami masuk ke perempat final. Aku masih ingat detik-detik aku bergerak dan tiba-tiba mendapat bola. Walau aku terpaksa menembak dengan kaki kiri, tembakannya terasa sempurna dan aku tahu itu akan masuk.

Tolong jelaskan ini: apa benar para pemain Argentina mengejek para pemain Inggris dari bus tim mereka setelah menang penalti, dan kalau iya, kenapa? Apa ada dendam di antara kedua pihak?
Jack Beresford, via Facebook
[Menjawab dengan tegas] Tidak, tidak ada yang mengejek. Dan pertandingan itu memang tegang karena itu di Piala Dunia, tapi tak ada yang tidak saling menghormati, tidak kepada para pemain, maupun suporter mereka.

Apakah tidak dipanggil di dua Piala Dunia di 2006 dan 2010 menodai kenangan karir Argentina-mu? Kau sudah bicara dengan Jose Pekerman atau Diego Maradona setelah itu?
Darren Walsh, via Facebook Tidak, aku tak bicara pada mereka dan aku juga tak mau - semuanya sudah terjadi dan sudah jelas bahwa aku melakukan apapun yang bisa kulakukan untuk terpilih. Tidak hanya itu, aku juga sering dipilih dalam pertandingan kualifikasi untuk kedua Piala Dunia dan lalu bermain di pertandingan pembuka setelah kedua Piala Dunia itu - jadi keinginanku untuk berada disana jelas. Aku tak mau dengan tidak dipanggil karir Argentina-ku tercoreng dan aku tak menyesal. Itu semua bagian dari sepak bola dan kau hanya harus menerimanya dan jangan melihat ke belakang - selalu lihat ke depan

Kau bermain dengan pemain-pemain seperti Diego Simeone dan Mauricio Pochettino - apa kau pernah berpikir mereka berdua akan menjadi pelatih top, apa ada lagi mantan rekan setimmu yang bisa melakukan hal yang serupa, dan apa kau punya ambisi untuk menjadi manager?
Clarisa Ferreyra, via Facebook
Selama beberapa tahun sebelum aku pensiun sudah jelas aku ingin menjadi seperti aku sekarang - seseorang yang berhubungan dengan klub tapi bukan manager. Sekarang aku wakil presiden di Inter dan aku sangat bahagia dan bangga, karena aku masih merasa berguna bagi klub ini. Tapi walau kami semua sedang bermain, Simeone dan Pochettino sudah seperti manager; mereka membuatmu merasa mereka akan ke arah itu. Sedangkan yang lain, kurasa yang akan menjadi pelatih hebat di masa depan adalah Esteban Cambiasso. Dia mirip sekali dengan Poch dan El Cholo.

Kalau kau bisa kembali bermain, di klub mana kau akan bermain? Kau tak boleh memilih Inter, maaf!
Christian VanSlyke, via Facebook
Aku akan memilih Independiente, karena aku seorang penggemar, tapi sayangnya belum ada kesempatan untuk bermain dengan mereka. Aku memulai dari akademi mereka tapi dilepaskan karena fisikku kurang kuat, itu juga terjadi pada banyak pemain. Idolaku adalah Ricardo Bochini dan aku mendukung mereka dalam pertandingan kandang dan tandang di musim kompetisi 1983. Lalu pada musim berikutnya mereka mengangkat piala Intercontinental Cup dengan mengalahkan Liverpool, jadi aku pasti memilih mereka.


Baca Juga :
Agen Indikasikan Leonardo Bonucci Terbuka Untuk Gabung AC Milan
Gabung ke PSG, Dani Alves Minta Maaf kepada Guardiola
Mengintip Liburan Ronaldo Bersama Pacarnya
Tags : Inter Milan  \ 

recommended